Silahkan bapak/ibu menyimak video dan membaca bahan tayang berikut ini:
Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST) merupakan salah satu tes untuk mengukur kesiapan anak masuk sekolah dasar. Seluruh warga Indonesia yang telah berusia tujuh hingga lima belas tahun tanpa terkecuali memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan dasar yang bermutu (Undang-Undang No. 23 tahun 2003). Selain itu dalam Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 2010 manyatakan bahwa SD/MI atau bentuk lain yang sederajat wajib menerima warga negara berusia 7 tahun sampai dengan 12 tahun sebagai peserta didik sampai dengan batas daya tampungnya. Sekolah Dasar atau Madrasah Islamiyah (SD/MI) adalah lembaga pendidikan sebagai perwujudan dari 6 tahun diawal pendidikan dasar. Lebih lanjut Supartini (2006) menyatakan secara umum perkembangan anak-anak normal yang berusia 6-7 tahun telah siap atau mencapai masa peka untuk belajar keterampilan secara akademik Sekolah Dasar walaupun tidak terjadi pada semua anak. Hasil penelitian Sulistiyaningsih (2005) tentang manfaat seorang anak memiliki kesiapan masuk Sekolah Dasar adalah Anak-anak yang memiliki kesiapan sekolah akan memperoleh keuntungan dan kemajuan dalam perkembangan belajarnya. Sebaliknya anak-anak yang tidak memiliki kesiapan akan mengalami frustrasi dilingkungan akademisnya, diantaranya: mengalami kesulitan menyelesaikan tugas sekolah, acuh tak acuh, menarik diri, mudah lelah, dan lain-lain. Dengan merujuk pembahasan diatas maka kematangan sebagai modal kesiapan anak dalam jenjang pendidikan formal sekolah dasar dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam bidang pendidikan khususnya pada penerimaan siswa sekolah dasar.
Salah satu tes untuk mengukur kematangan sekolah siswa yang populer di Indonesia sekitar tahun 2010an hingga saat ini adalah NST “Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test”. Tes yang disusun oleh Prof. Dr. F.J. Monks, Drs. H. Rost dan Drs. N.H. Coffie. NST dikembangkan di Nijmegen – Nederland merupakan pengolahan tes Gopinger dari Jerman (Sulistiyaningsih, 2005). Tes ini memiliki tujuan diantaranya 1) Mengetahui tingkat kematangan anak memasuki pendidikan tingkat Sekolah Dasar. 2) Prognosis (meramalkan) terhadap prestasi sekolah anak di SD. 3) Mengetahui kemampuan- kemampuan tertentu anak yang sudah/belum matang dan perlu latihan/pembinaan/pengembangan/peningkatan. Sehingga tes ini sering dipakai oleh beberapa sekolah untuk mengukur kematangan calon siswa sekolah dasar (Supartini, 2006). Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST) dapat mengukur aspek-aspek kognitif motorik halus dan motorik kasar, penilaian sosial, serta emosional. Tes ini awalnya bertujuan untuk mengungkap kemampuan sekolah anak, namun lebih lanjut tes ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan dan kesiapan anak memasuki pendidikan Sekolah Dasar. Hal yang sama NST adalah salah satu alat yang berfungsi untuk Prognosis (meramalkan) terhadap prestasi sekolah anak di Sekolah Dasar serta untuk mengetahui kemampuan-kemampuan tertentu anak yang sudah/belum matang dan perlu dilakukannya latihan, pembinaan atau pengembangan. Pada buku manual tes NST, terdiri atas 10 sub tes dalam bentuk gambar dan cerita, tes ini merupakan tes performasi maksimum karena dalam sistem penilaiannya berbentuk Benar= 1 dan salah= 2. 10 sub tes tersebut memiliki tujuan berbeda, diantaranya;